Author : FIN
Genre : Songfic, sad, hurt/comfort
Lenght : Oneshot
Cast : Kim Jong In | Han Eun Ri
Note : sebenernya cerita ini based on true
story, tapi jangan tanya story siapa hahaha :D, Oh iya fin sarankan agar
bacanya pelan- pelan yah karena alurnya yang maju mundur , ah sudah segitu aja fin bingung mau bikin yang kayak gimana, jarang bikin author's note sih. Enjoy
:)
*psst beware of typos
... Hal yang telah berlalu. Memikirkan tentang alasan sesungguhnya dari
sebuah perpisahan.
-Musim Gugur, Korea. 2015.
"Jongin-ah, putus."
Dan aku terus memikirkan alasannya, karena waktu itu kau hanya berujar
tanpa menjelaskan kenapa. Jadi, aku ingin tahu, apakah kau sudah mengetahuinya?
Tapi kulihat kau baik-baik saja. Sebaiknya begitu, ini sudah tiga tahun kan?
Aku juga semakin memahamimu, namun sayangnya kita sudah semakin menjauh.
"Eun Ri-ya, mian oppa tidak bisa keluar denganmu hari ini,
gwaenchana?"
"Mmm...arra."
Kau tidak akan menyukai sifatku yang seperti ini, aku yakin jika
keesokan harinya kau akan marah denganku, tapi nyatanya kau bahkan tidak marah
seperti dulu. Entah karena aku yang kurang mengerti bagaimana memperlakukanmu
sebagai seorang wanita sekaligus pacarku, atau kau yang menuntut banyak hal
padaku. Tapi semakin kita mencoba untuk memahami satu sama lain, semakin kau
dan aku bosan. Hingga puncaknya kau mengatakan kalimat itu lalu pergi, dan
keesokan harinya kulihat kau tengah bersama yang lain. Cih, hatiku sungguh
terluka kala itu, dan aku menyadari bahwa hanya debaran yang kau inginkan,
hanya awal saja kau memandangku. Kau hanya menyukai debaran sesaat yang
berdegub di hatimu itu tanpa bisa membedakan apakah itu debaran yang
sesungguhnya. Bodoh!
Uriga heeojin jinja iyun eobso
Niga nal saranghaju anhasseul ppun
Dareun iyun eobso
Nal saranghanjeok eobseuk ppun
Tidak ada alasan sebenarnya mengapa
kita putus
Kau hanya tak mencintaiku
Tak ada alasan lain
Kau tidak pernah mencintaiku
-Musim dingin, Seoul. 2015.
Putih, hanya pemandangan salju tebal yang menutupi jalan serta rumah dan
bangunan lainnya yang terlihat, ketika kulangkahkan kaki ini keluar dari coffe
shop setelah membeli secangkir espresso hangat. Seperti musim dingin yang
dingin dan beku, hatiku juga perlahan-lahan membeku, toh sekarang segalanya
telah jelas tentang dirimu, masa laluku.
Aku ingat di dalam coffee shop tadi, kau bertanya alasan sesunhguhnya
aku mencintaimu, kau tentu saja tidak tahu. Ya, jika kau tahu kau tidak akan
pernah meninggalkanku dengan sangat mudah, seperti dulu.
Saeroun sarang kkumeul kkudeon neo
Yeongwonhan sarangeul kkumkudeon na
Baraboneunge neomu dallatdeon neowa na
Kau memimpikam cinta yang baru
Aku memimpikan cinta yang abadi
Kau dan aku sangat berbeda dalam
memandang cinta
Sekarang cintamu dan cintaku tertulis berbeda, akhir kau dan aku
memyisakan hal berbeda. Aku sama sekali tak perlu melupakanmu seperti yang kau
coba lakukan, meski kau tidak menyadarinya tapi aku dapat dengan jelas
melihatnya dan menangkap arti dari pertemuan kita tadi. Kau menjelaskannya,
tapi toh bagaimanapun juga aku yang menjadi pihak ditinggal, ditinggal sendiri
di tempat ini. Aku akan bertahan sedikit lebih lama untuk meredam rasa benciku
atau untuk mengingat hal tentang kita lalu melupakannya tanpa bekas. Sehingga
jika kita bertemu lagi, aku akan menganggapmu sebagai seseorang yang tidak akan
pernah menjadi masa depanku.
Aku terbangun ketika kudengar dering pesan masuk dari ponselku, ini
nomor asing kenapa mengirim pesan pada nomorku.
From: 010-053-xxx
Jong In -ah, I love you.
Mataku terbelalak melihat pesan masuk itu, hatiku kembali merasakan
euforia padahal aku tak tahu siapa pengirimnya tapi aku meyakini, neorul (it's
you).
Pagi ini kulihat kembali senyummu yang hanya untukku, kau terlihat manis
dengan rambut ekor kudamu serta ponimu itu, meski aku sedikit merasa risih
melihatnya. Kita kembali berkencan seperti dulu, lalu ketika sore menjelang aku
mengantarmu kembali ke rumahmu sebelum aku kembali pulang. Namun tidak, aku
tidak pulang ke rumahku karena temanku mengajak berkumpul untuk latihan di sore
hari ini.
"Wohoooo aku menang darimu Jong, sesuai kesepakatan kau harus
mentraktir kita makan."
"Yeah, I know." aku dengan malas menanggapi perkataan dari
temanku itu yang memiliki tubuh tinggi bertelinga lebar -Chanyeol,
hitung-hitung sekalian merayakan kembalinya aku dengannya -Eun Ri.
"Jong kau tahu tidak, Sehun teman mainmu itu ternyata sudah
memiliki kekasih." ini menarik kelihatannya
"Sehun, Oh Sehun?" dan si Park Chanyeol mengangguk-anggukkan
kepala layaknya orang idiot
"Kau tahu tidak siapa pacarnya? Eun Ri si pendiam itu, kalau
kupikir-pikir mereka cocok juga."
Tanganku mengepal memahan emosi yang siap meledak seusai mendengar apa
yang Chanyeol ucapkan, kutinggalkan dia di lapangan tanpa peduli protesnya
tentang perjanjian tadi.
Nappeun kkumeul kkwosseo
Dasi doraon neoge daai banhan na
Meotdawri doraon neorul tto badajudwon
na
Aku bermimpi buruk
Bahwa aku jatuh cinta lagi padamu dan
kembali padamu
Bahwa aku menerimamu yang datang
kembali sesuka hatimu
Musim semi, Korea.2013.
END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar